Rabu, 22 Maret 2017

Contoh Esai





Homeschooling 


Kata homeschooling sudah tidak asing lagi didengar.  Homeschooling atau sekolah berbasis rumah menjadi pilihan lain bagi orang tua menyekolahkan anak- anaknya, disamping adanya sekolah formal. Namun pertanyaannya apakah sudah menjadi pilihan yang tepat bagi orang tua menyekolahkan anaknya pada homeschooling, mengingat bahwa saat ini jumlah sekolah formal lebih banyak dibandingkan homeschooling

Seperti yang marak terjadi di sekolah formal, kasus bullying menjadi kekhawatiran bagi beberapa orangtua. Tidak sedikit bullying membuat anak mengalami penyakit mental yang akan berpengaruh pada dirinya dimasa yang akan datang.  Untuk dapat menghindari hal tersebut memang homeschooling merupakan pilihan yang tepat.  Karena pada homeschooling orang tua tentu mempunyai peran yang lebih dominan mengontrol anaknya, sehingga kesalahan dalam pergaulan dapat dihindari. Disamping itu pemahaman mengenai pelajaran juga dapat dimaksimalkan karena satu anak diajarkan oleh satu guru sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih fokus, sehingga kompetensi yang dimiliki pada anak dapat berkembang secara maksimal.  

Kini,  tidak sedikit orang tua menyekolahkan anaknya di homeschooling. Keterbatasan waktu membuat homeschooling dipilih orangtua.  Seperti para artis, olahragawan, atlit nasional, kalangan entertainer bahkan tidak sedikit dari orang biasa yang memiliki kekayaan di atas rata-rata memilih rumah sebagai ladang dan sarana untuk mendapatkan pendidikan. Karena bagi mereka homeschooling lebih banyak memberikan keleluasaan bagi anak untuk menikmati proses belajar.

Thomas Alfa Edison, Benjamin Franklin,  Bill Gates,  Albert Einstein adalah beberapa orang yang membuktikan bahwa dengan homeschooling dapat mengantarkan mereka menjadi orang- orang yang dikenal karena kecerdasan dan kemampuannya sehingga mereka dikenal hingga diseluruh dunia. 




Selasa, 21 Maret 2017

Contoh Esai



Kembangkan Sastra,  Lestarikan Budaya

Walaupun berbeda beda tetap satu juga. Inilah semboyan bangsa indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman di dalamnya. Mulai dari flora dan faunanya, bahasa, suku bangsa dan tentu juga kebudayaannya. Dengan beragamnya budaya di Indonesia tentu menjadi aset bagi kita, karena kebudayaan merupakan harta yang telah di turunkan dari nenek moyang dan tentunya harus di lestarikan. 
Salah satu unsur dalam kebudayaan adalah sistem nilai dan di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai kehidupan. Sehingga Sastra merupakan salah satu kebudayaan. Sebagai karya seni sastra memiliki fungsi estetika dan sosial. Dengan demikian melestarikan Sastra sama saja kita telah melestarikan budaya kita. 
Pada tanggal 6 Maret 2017 telah diselenggarakan Praktikum Sastra Yang ke-25. Praktikum Sastra ini ditaja oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Riau. Acara dilaksanakan dengan berbagai cabang perlombaaan yang diikuti oleh siswa SMP dan SMA se-Riau. Mulai dari perlombaan visualisasi puisi, musikalisasi puisi, debat, tulis puisi dan termasuk syair, berbalas pantun, lomba lagu melayu yang merupakan sastra melayu. Acara ini tentu merupakan salah satu bukti bahwa masih dilestarikan Sastra sebagai salah satu kebudayaan.

Dengan diadakannya Praktikum Sastra, mulai dari siswa SMP hingga SMA tentu dapat memacu kreatifitas anak bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi salah satu cara untuk dapat melahirkan generasi muda yang mencintai sastra sebagai warisan budaya sehingga sastra dapat berkembang dan menjadi suatu kebanggaan bagi kita rakyat Indonesia.