KRITIK MIMETIK
Cerpen “ Aaha” Karya Rieke Saraswati
Sinopsis
Cerpen
ini bercerita tentang si Aku yang tinggal bersama kakak perempuannya yang kerap
kali membawa laki-laki untuk tidur di rumah mereka, namun si Aku tidak begitu
peduli. Tidak hanya satu dua kali
saja, ini sudah lebih dari lima kali si
Aku melihat kakaknya bergonta- ganti pasangan yang akhirnya menyebabkan si
kakak bernama Liliana jatuh dalam kehidupan yang salah.
Free sex, pergaulan
bebas, bahkan penggunaan obat- obatnya terlarang.
Hari
itu, si Aku melihat kakaknya membawa laki- laki yang berbeda dari
biasanya. Lelaki yang tampan, muda, baik,
perhatian bahkan tidak hanya pada kakaknya namun juga pada dirinya, membuat si Aku mulai menyukai lelaki itu. Beberapa saat berlalu hingga si Aku dan
lelaki itu akhirnya memiliki hubungan terlarang yang tidak di ketahui oleh
Liliana.
Hari
dimana Liliana merasa ada yang berbeda pada si Aku dan lelaki yang dicintainya pun
datang. Liliana merasa ada hubungan lain
antara adik dan pujaan hatinya. Hingga
terjadi perang dingin diantara keduanya.
Namun Liliana yang begitu mencintai lelaki itu tetap teguh untuk setia.
Di
hari ulang tahun kekasihnya, Liliana
sudah menyiapkan berbagai persiapan yang sangat istimewa di sebuah restoran
mewah. Namun sang kekasih tidak kunjung
datang. Liliana dan si Aku memutuskan
untuk pulang. Tengah malam mereka kedatangan lelaki tersebut dalam keadaan yang
memprihatinkan. Liliana tetap menerima lelaki
itu sepenuh hatinya.
Setelah
peristiwa itu lekaki itu kembali menghilang.
Hingga tibalah hari dimana si lelaki akan pulang ke negara
asalnya. Namun ia juga tak kunjung
datang. Si Aku yang telah mengandung
janinnya serta Liliana yang begitu mencintai nya tetap menunggu kepulangan si
lelaki itu.
Cerpen
ini merupakan realita sosial yang terjadi. Cerminan kenyataan terdapat pada
seperti kutipan ini.
“
Aku sudah terlalu sering melihat beragam lelaki datang ke rumah kami. Silih
berganti”
“kamu
membuat kakakku sedikit
lupa nyabu”
“banyak
orang yang keluar masuk seenaknya.
Pemadat atau pengedar, aku tidak peduli”
“sabu-
satu selalu membuatnya enak dilihat”
Jakarta, yang menjadi latar tempat dalam cerpen, Ibu kota negara Indonesia yang merupakan kota
besar yang cukup menyita perhatian. Jakarta
sebagai kota besar dengan penduduk terpadat,
pusat pemerintahan menjadi tempat dimana orang- orang mengadukan
nasibnya. Sehingga memang kriminalitas dan
pergaulan bebas cukup sulit di kendalikan. Seperti pada cerpen ini cerminan
dari pergaulan remaja maupun orang dewasa di Jakarta seperti penggunaan obat-
obatan terlarang, maupun pergaulan bebas yang jauh dari upaya ketimuran bangsa Indonesia.
Selain
itu, realitas sosial yang tercermin pada novel ini yaitu makanan yang menjadi
khas orang Indonesia.
“Liliana, tak seperti biasanya, menyiapkan makanan yang
sangat lengkap di atas meja. Nasi
merah, ayam bumbu petis, tumis cumi,
orang jamban roti”
Pada
kutipan tersebut memang tergambar makanan khas orang Indonesia, yaitu nasi yang
menjadi pokok serta lauk- pauk yang mendampinginya.
Selanjutnya
kisah cinta yang diceritakan pada cerpen ini juga cerminan dari masyarakat
Indonesia pada umumnya. Seperti
memberikan surprise ulang tahun
kepada pacar. Banyaknya anak- anak Indonesia yang meniru kebudayaan Barat. Bahkan tidak hanya orang dewasa, anak- anak yang masih di bawah umur melakukan hal- hal yang belum sepatutnya mereka
lakukan.
“
di hari ulang tahunmu, sebulan sebelum
kepulangan mu, Liliana menyiapkan
kejutan kecil dengan memesan tempat di restoran Cina favoritmu”
“tabungannya
tercurah untuk kado, kue, dan makan
malam super mewah. Segalanya untuk memikatmu.
Seperti
indahnya kisah cinta, masalah yang mengguncangnya
juga beragam. Mulai dari orang ketiga, perselingkuhan,
dan lain- lain merupakan problema yang terjadi dalam realitas kehidupan.
“
“dia sudah punya monyet” bisik Liliana.
“tapi kami saling jatuh cinta”
“
basa- basi mungkin adalah salah satu keahlianmu, selain berselingkuh”
Dalam
cerpen ini, penulis menceritakan
bagaimana hubungan yang bebas antara laki- laki dan perempuan yang belum menikah.
Pada realitanya memang sudah tidak sedikit lagi orang- orang melakukan hal
tersebut. Di tambah lagi di kota- kota
besar seperti Jakarta. Pergaulan bebas yang sudah menjadi permasalahan yang
sering terjadi.
“
pertama kali menemukanmu, kamu sedang
tidur di ranjang Liliana"
“aku
sudah terlalu sering melihat beragam lelaki datang ke rumah kami. Silih
berganti. Dalam sebulan bisa ada lima
lelaki”
“
“mungkinkah kamu tahu bahwa aku tengah mengandung janinmu, sehingga kamu kaget
dan jadi orang gile yang amnesia?"
Banyak
kasus tersebut terjadi di Indonesia. Tidak
sedikit kasus Anak- anak di bawah umur yang hamil di luar nikah ataupun pasangan memiliki
anak diluar pernikahannya.
Kasus
kriminalitas yang terjadi juga terdapat pada cerpen ini. Yaitu kasus pengambilan organ- organ tubuh
yang diperjualbelikan. Maraknya kasus
kriminalitas tersebut menjadi viral saat ini.
“
“mungkinkah kamu menjadi korban dari perampok organ?”
Cerminan
realitas sosial yang terdapat pada cerpen ini diceritakan sebagaimana yang juga
terjadi pada kehidupan masyarakat. Mulai dari kisah cinta yang bahagia, terlarang,
dan menyedihkan. Selain itu
pergaulan bebas yang terjadi, seperti
penggunaan narkotika, hamil di luar
nikah, dll.