Kamis, 06 April 2017

Contoh Kritik Mimetik



KRITIK MIMETIK
Cerpen “ Aaha” Karya Rieke Saraswati

Sinopsis
Cerpen ini bercerita tentang si Aku yang tinggal bersama kakak perempuannya yang kerap kali membawa laki-laki untuk tidur di rumah mereka, namun si Aku tidak begitu peduli.  Tidak hanya satu dua kali saja,  ini sudah lebih dari lima kali si Aku melihat kakaknya bergonta- ganti pasangan yang akhirnya menyebabkan si kakak bernama Liliana jatuh dalam kehidupan yang salah.  Free sex, pergaulan bebas, bahkan penggunaan obat- obatnya terlarang.
Hari itu, si Aku melihat kakaknya membawa laki- laki yang berbeda dari biasanya.  Lelaki yang tampan, muda,  baik,  perhatian bahkan tidak hanya pada kakaknya namun juga pada dirinya,  membuat si Aku mulai menyukai lelaki itu.  Beberapa saat berlalu hingga si Aku dan lelaki itu akhirnya memiliki hubungan terlarang yang tidak di ketahui oleh Liliana. 
Hari dimana Liliana merasa ada yang berbeda pada si Aku dan lelaki yang dicintainya pun datang.  Liliana merasa ada hubungan lain antara adik dan pujaan hatinya.  Hingga terjadi perang dingin diantara keduanya.  Namun Liliana yang begitu mencintai lelaki itu tetap teguh untuk setia.
Di hari ulang tahun kekasihnya,  Liliana sudah menyiapkan berbagai persiapan yang sangat istimewa di sebuah restoran mewah.  Namun sang kekasih tidak kunjung datang.  Liliana dan si Aku memutuskan untuk pulang. Tengah malam mereka kedatangan lelaki tersebut dalam keadaan yang memprihatinkan.  Liliana tetap menerima lelaki itu sepenuh hatinya. 
Setelah peristiwa itu lekaki itu kembali menghilang.  Hingga tibalah hari dimana si lelaki akan pulang ke negara asalnya.  Namun ia juga tak kunjung datang.  Si Aku yang telah mengandung janinnya serta Liliana yang begitu mencintai nya tetap menunggu kepulangan si lelaki itu. 

Cerpen ini merupakan realita sosial yang terjadi. Cerminan kenyataan terdapat pada seperti kutipan ini.
“ Aku sudah terlalu sering melihat beragam lelaki datang ke rumah kami. Silih berganti”

“kamu membuat  kakakku  sedikit lupa nyabu”

“banyak orang yang keluar masuk seenaknya.  Pemadat  atau pengedar, aku tidak peduli”

“sabu- satu selalu membuatnya enak dilihat”

Jakarta,  yang menjadi latar tempat dalam cerpen,  Ibu kota negara Indonesia yang merupakan kota besar yang cukup menyita perhatian.  Jakarta sebagai kota besar dengan penduduk terpadat,  pusat pemerintahan menjadi tempat dimana orang- orang mengadukan nasibnya.  Sehingga memang kriminalitas dan pergaulan bebas cukup sulit di kendalikan. Seperti pada cerpen ini cerminan dari pergaulan remaja maupun orang dewasa di Jakarta seperti penggunaan obat- obatan terlarang, maupun pergaulan bebas yang jauh dari  upaya ketimuran bangsa Indonesia.  

Selain itu, realitas sosial yang tercermin pada novel ini yaitu makanan yang menjadi khas orang Indonesia.
“Liliana,  tak seperti biasanya, menyiapkan makanan yang sangat lengkap di atas meja.  Nasi merah,  ayam bumbu petis,  tumis cumi,  orang jamban roti”

Pada kutipan tersebut memang tergambar makanan khas orang Indonesia, yaitu nasi yang menjadi pokok serta lauk- pauk yang mendampinginya. 

Selanjutnya kisah cinta yang diceritakan pada cerpen ini juga cerminan dari masyarakat Indonesia pada umumnya.  Seperti memberikan surprise ulang tahun kepada pacar. Banyaknya anak- anak Indonesia yang meniru kebudayaan Barat.  Bahkan tidak hanya orang dewasa,  anak- anak yang masih di bawah umur melakukan  hal- hal yang belum sepatutnya mereka lakukan.
“ di hari ulang tahunmu,  sebulan sebelum kepulangan mu,  Liliana menyiapkan kejutan kecil dengan memesan tempat di restoran Cina favoritmu”

“tabungannya tercurah untuk kado, kue,  dan makan malam super mewah. Segalanya untuk memikatmu.

Seperti indahnya kisah cinta,  masalah yang mengguncangnya juga beragam. Mulai dari orang ketiga,  perselingkuhan, dan lain- lain merupakan problema yang terjadi dalam realitas kehidupan. 
“ “dia sudah punya monyet” bisik Liliana.  “tapi kami saling jatuh cinta”

“ basa- basi mungkin adalah salah satu keahlianmu,  selain berselingkuh”

Dalam cerpen ini,  penulis menceritakan bagaimana hubungan yang bebas antara laki- laki dan perempuan yang belum menikah. Pada realitanya memang sudah tidak sedikit lagi orang- orang melakukan hal tersebut.  Di tambah lagi di kota- kota besar seperti Jakarta. Pergaulan bebas yang sudah menjadi permasalahan yang sering terjadi.
“ pertama kali menemukanmu,  kamu sedang tidur di ranjang Liliana"

“aku sudah terlalu sering melihat beragam lelaki datang ke rumah kami. Silih berganti.  Dalam sebulan bisa ada lima lelaki”

“ “mungkinkah kamu tahu bahwa aku tengah mengandung janinmu, sehingga kamu kaget dan jadi orang gile yang amnesia?"

Banyak kasus tersebut terjadi di Indonesia.  Tidak sedikit kasus Anak- anak di bawah umur yang hamil di luar nikah ataupun pasangan memiliki anak diluar pernikahannya.
 
Kasus kriminalitas yang terjadi juga terdapat pada cerpen ini.  Yaitu kasus pengambilan organ- organ tubuh yang diperjualbelikan.  Maraknya kasus kriminalitas tersebut menjadi viral saat ini. 
“ “mungkinkah kamu menjadi korban dari perampok organ?”

Cerminan realitas sosial yang terdapat pada cerpen ini diceritakan sebagaimana yang juga terjadi pada  kehidupan masyarakat.  Mulai dari kisah cinta yang bahagia,  terlarang,  dan menyedihkan.  Selain itu pergaulan bebas yang terjadi,  seperti penggunaan narkotika,  hamil di luar nikah,  dll. 







1 komentar:

  1. luarbiasa sekali yah, saya baru mengerti maksut cerpen aaha ini. terimakasih mimin cantik

    BalasHapus